Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Sekolah Lansia Amal Ikhlas Perdana Kelas UNRI Dorong Lansia yang Bahagia: Sehat, Bermakna, dan Berdaya di Usia Lanjut

58
×

Sekolah Lansia Amal Ikhlas Perdana Kelas UNRI Dorong Lansia yang Bahagia: Sehat, Bermakna, dan Berdaya di Usia Lanjut

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Kepala Sekolah, Peserta, Pengelola, Bagian Kesehatan dan Narasumber Sekolah Lansia Kelas UNRI
Kepala Sekolah, Peserta, Pengelola, Bagian Kesehatan dan Narasumber Sekolah Lansia Kelas UNRI

Pelaksanaan pembelajaran Sekolah Lansia (SL) Amal Ikhlas perdana di kelas Unri bagi peserta sekolah lansia yang sudah terdaftar dalam rangka mewujudkan lansia yang sehat, bahagia, berdaya, dan mandiri. Pembelajaran yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 di Gedung Pascasarjana Universitas Riau, Gobah, Pekanbaru, mengangkat tema pembelajran  “Memahami Proses Penuaan dan Perubahan Psikologis Lansia” dengan menghadirkan Anggia Kargenti Evanurul Marretih, S.Psi., M.Si., dosen Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, sebagai narasumber.

Sekolah Lansia Amal Ikhlas merupakan program kerja dari organisasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Propinsi Riau yang diketuai oleh Dra. Septina Primawati, MM. Program ini dikembangkan sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan lansia dengan mengusung semangat BKMT Riau (Badan Kontak Majelis Taklim) dan IRL (Indonesia Ramah Lansia). Kehadiran Sekolah Lansia diharapkan dapat menjadi ruang bagi lansia untuk terus belajar, meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun interaksi sosial, serta menjalani masa tua secara sehat, aktif, berdaya, dan bermakna.

Program Sekolah Lansia Amal Ikhlas dilaksanakan secara terstruktur selama satu tahun dengan 12 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan di Masjid Annur, sebagai awal rangkaian pembelajaran sekaligus momentum untuk memperkenalkan program dan membangun kebersamaan antarpeserta. Setiap pertemuan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan lansia, meliputi aspek kesehatan, psikologis, sosial, spiritual, serta pengembangan kebermaknaan hidup.

Dalam penyelenggaraannya, Sekolah Lansia Amal Ikhlas menjalin kerja sama dengan Universitas Riau (UNRI). Kolaborasi tersebut melibatkan akademisi dan praktisi untuk memberikan pembelajaran yang komprehensif kepada peserta. Kepala Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Dr. dr. Elda Nazriati, M.Kes., Sp.KKLP SubSp.Formc., merupakan ketua IRL Riau (Indonesia Ramah Lansia), dokter spesialis di RSUD Arifin Achmad sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Peran tersebut turut memperkuat integrasi antara perspektif kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan dalam penyelenggaraan Sekolah Lansia.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, pengelola dan peserta Sekolah Lansia Amal Ikhlas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., beserta seluruh jajaran pimpinan Universitas Riau yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Lansia. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan atas dukungan Universitas Riau dalam menyediakan Gedung Pascasarjana Universitas Riau di Gobah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia. Ketersediaan ruang pembelajaran yang representatif juga memberikan kenyamanan bagi para peserta sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat serta lingkungan yang ramah lansia.

Struktur Pengelola Sekolah Lansia Kelas UNRI

Pengelolaan Sekolah Lansia Kelas Universitas Riau juga didukung oleh dosen dari berbagai program studi di Universitas Riau serta praktisi dari Inspektorat Provinsi Riau. Rahmita Budiarti Ningsih, S.E., M.Hum. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis berperan sebagai wali kelas, Lapeti Sari, S.E., M.Si. sebagai sekretaris, dan Dewi Kamalasari, ST, M.Sc. dari Inspektorat Provinsi Riau sebagai bendahara. Sementara itu, Muhaida berperan sebagai penyuluh. Dari Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Riau, turut terlibat Viony Syafitra, M.Pd. dengan keahlian pendidikan sepanjang hayat, Muryanti, M.Pd. dalam bidang kebijakan pendidikan, Wilasari Arien, M.Pd. dalam bidang pengelolaan pendidikan, Masyitha Ramadhani, M.Pd. dalam bidang kurikulum, serta Rahmat Fahmi dalam bidang pengembangan SDM komunitas.

Pengurus Kelas Sekolah Lansia

Selain pengelola, peserta Sekolah Lansia Kelas Universitas Riau juga membentuk struktur organisasi kelas sebagai bentuk partisipasi dan kemandirian peserta. Struktur tersebut terdiri atas Hasnah sebagai Ketua Kelas, Fatmiwati sebagai Wakil Ketua, Dewani sebagai Sekretaris, dan Yunita sebagai Bendahara. Struktur kelas ini berperan dalam membantu koordinasi kegiatan, penyampaian informasi, pengelolaan administrasi, serta membangun rasa tanggung jawab, kepemimpinan, kebersamaan, dan kepedulian antaranggota.

Pada pertemuan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses penuaan dan perubahan psikologis yang terjadi pada masa lanjut usia. Materi dengan tagline “Lansia yang Bahagia: Sehat, Bermakna, dan Berdaya di Usia Lanjut” menekankan bahwa bertambahnya usia bukanlah batas untuk tetap belajar, berkembang, dan menikmati kehidupan. Masa tua dapat dijalani secara positif dengan menjaga kesehatan, mempertahankan semangat, membangun hubungan sosial, serta melakukan berbagai aktivitas yang memberikan makna dan kebahagiaan.

Salah satu pokok bahasan yang diberikan adalah penuaan positif, yang dapat diwujudkan melalui kebiasaan untuk terus belajar, berpikir positif, bersosialisasi, dan menjalani kehidupan yang bermakna. Lansia didorong untuk mempelajari hal-hal baru, mengembangkan hobi, melatih kemampuan berpikir, serta mempertahankan interaksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan. Sikap bersyukur, menerima perubahan, dan mempertahankan semangat juga menjadi bagian penting dalam membantu lansia menghadapi berbagai perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Poses Pembelajaran

Materi juga mengajak peserta memahami kematangan psikologis dan strategi koping positif pada masa tua. Pengalaman hidup yang panjang dapat menjadi sumber kebijaksanaan apabila diikuti dengan kemampuan menerima diri, mengendalikan emosi, membangun kemandirian, dan memahami kehidupan secara lebih utuh. Lansia juga dianjurkan menjaga hubungan sosial, melakukan pembelajaran baru, menerapkan mindfulness atau meditasi, serta menemukan tujuan dan makna dalam kehidupan. Aktivitas kreatif seperti menikmati musik, alam, seni, maupun kegiatan yang disukai juga dapat menjadi sarana untuk menjaga suasana hati dan memberikan ruang bagi lansia untuk mengekspresikan diri.

Selain aspek psikologis, pembelajaran juga memberikan penguatan pada aspek spiritual dan keagamaan. Lansia didorong untuk meningkatkan kedekatan dengan Tuhan melalui kegiatan membaca Al-Qur’an secara rutin serta berupaya memahami arti dan makna ayat-ayat yang dibaca. Penguatan spiritual tersebut diharapkan dapat menjadi sarana refleksi diri, meningkatkan rasa syukur, memberikan ketenangan batin, serta membantu lansia menemukan makna dan tujuan hidup.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, Sekolah Lansia Amal Ikhlas tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat kemandirian, menjaga kesehatan psikologis dan spiritual, serta mengembangkan potensi lansia. Ke depan, kegiatan juga direncanakan dilengkapi dengan aktivitas outing sebagai sarana rekreasi, sosialisasi, dan pembelajaran di luar kelas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan lansia.

Pengelola dan Bagian Kesehatan Sekolah Lansia kelas UNRI
Pengelola dan Bagian Kesehatan Sekolah Lansia Kelas UNRI

Dengan dukungan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi, tenaga profesional, pengelola, dan partisipasi aktif para lansia, Sekolah Lansia Amal Ikhlas diharapkan menjadi salah satu wadah pembelajaran sepanjang hayat yang mampu mendorong lansia untuk tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, berdaya, dan bahagia. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat diisi dengan kegiatan positif, hubungan sosial, spiritualitas, dan kebermaknaan.

Penulis: Rahmita_OrganisasiEditor: Dewi Kamalasari